BADAN DROP KARENA PANIK VIRUS CORONA COVID-19

3/21/2020



Assalammu'alaikum. Halo semuanya! Gimana kabar kalian? Semoga bencana virus Corona Covid-19 yang saat ini sedang mengintai hampir di seluruh belahan dunia segera berakhir. Amin.

Meskipun saya termasuk orang yang senang menghabiskan waktu di rumah, himbauan untuk #dirumahaja #stayathome #workfromhome di masa-masa sekarang ini tidak terasa menyenangkan seperti biasanya. Ada kecemasan yang seringkali muncul dalam benak saya. Belakangan ini saya paranoid minta ampun. Apalagi setelah menonton atau membaca berita, rasanya badan panas dingin.

Akhirnya 4 hari yang lalu saya jadi agak drop, keparnoan saya berubah jadi sedikit nyata. Lidah rasanya pahit, di tenggorokan kayak ada yang mengganjal, dan hidung sesekali meler. Itu semua karena saya panik secara psikologis. Padahal alhamdulillah sebenarnya saya tuh anaknya jarang banget sakit selama psikis saya happy. Karena memang kebanyakan sakit yang saya alami biasanya berawal dari stress atau panic attack.

Yang bahaya dari stress buat diri saya adalah saya sering nggak sadar kalau sebenarnya pikiran saya sedang tidak baik-baik saja. Saya masih ketawa-ketawa, masih main sama teman-teman, masih mengerjakan berbagai hal, tapi deep inside of my mind ada yang mengganjal. Baru ketahuan ketika tiba-tiba saya drop karena imun saya otomatis ikutan drop ketika pikiran saya sedang tidak baik-baik saja.

Sebenarnya seminggu ke depan sepertinya saya masih bisa agak tenang, so far belum ada sesuatu yang mengharuskan saya untuk keluar rumah. Stok bahan makanan untuk dimasak di rumah juga insyaAllah bisa sampai untuk 2 minggu ini. Saya juga bersyukur sekali bekerja sebagai freelancer jadi saya tidak terikat untuk tetap harus pergi bekerja di luar rumah setiap hari di saat-saat seperti ini. Setidaknya saya punya kesempatan lebih besar untuk social distancing menjaga jarak dari orang-orang dan mudah-mudahan membantu untuk menurunkan jumlah sebaran virus Corona Covid-19.

Tapi semua berita, semua informasi yang simpang siur bikin saya panik. Mau buka jendela rumah saja saya parno, mau makan pake tangan parno, mau pegang sesuatu pakai tangan parno, jemur baju di luar rumah parno. Begitu banyak kepanikan yang mungkin tidak seharusnya berkecamuk dalam benak saya. Perasaan saya udah naik turun kayak roller coaster, kadang sedih liat berita dan sosial media, kadang sebal, kadang marah, kadang terharu, kadang takut. Begitu saja terus sudah selama seminggu ini.

Saya juga banyak menangis belakangan ini melihat berita dan sosial media. Kebanyakan sih menangis terharu, melihat orang-orang saling menguatkan, saling membantu menghadapi bencana Corona Covid-19. Baca pesan dari Jepang waktu mengirim bantuan untuk China saja saya menangis haru. Melihat orang Itali bernyanyi sama-sama dari rumah masing-masing saat Lockdown saya juga menangis haru. Liat ada dokter Indonesia yang sudah tua tapi sampai berani mati bekerja keras merawat pasien positif Corona Covid-19 saya juga menangis. Beberapa hari kemaren waktu ke luar rumah melihat penjual makanan berangkat untuk berjualan juga nangis sambil berdoa semoga dagangan beliau laris di saat-saat seperti sekarang ini.

Di sisi lain saya juga banyak sedih melihat ego manusia yang bikin saya speechless. Saya speechless liat orang-orang yang masih saja mengambil keuntungan dalam kesempitan. Kemaren saya ketemu orang jual masker online, pas dia kasih rekening sebelum transfer saya cek dulu kredibilitas rekeningnya. Dan ternyata termasuk dalam daftar rekening bermasalah. Sedih sekali rasanya.

Saya juga speechless liat orang-orang yang menyebar doktrin untuk takut Tuhan daripada virus tanpa ada ikhtiar untuk menjauhkan diri dari hal-hal yang berpotensi membuat mereka terpapar virus itu sendiri. Logika berke-Tuhan-an macam apa itu? Astaghfirullah. Itulah makanya agama tanpa ilmu lumpuh, ilmu tanpa agama buta. Sungguh kita manusia ini lemah sekali ya Rabb. Berpasrah tentu sangat mulia sekali, tapi tentu perlu ikhtiar terlebih dahulu sekuat tenaga. Karena kok rasanya terlalu egois ketika kita berdalih mencari surga meminta pertolongan Tuhan sementara mungkin kita berpotensi untuk menyebarkan atau terpapar virus di tengah keramaian. Sementara kita tahu fasilitas kesehatan sudah kewalahan, tenaga medis kekurangan alat proteksi diri. Kemarin saya liat berita bahkan masker yang mestinya mereka pakai sekali pakai, terpaksa harus dialas tisu (saya pernah nyobain pakai masker dialas tisu, itu bikin susah banget mau bernafas), terus maskernya mereka semprot disinfektan ala kadar agar bisa digunakan lagi keesokan hari. Ada juga yang melindungi diri pakai jas hujan yang tentu jauh sekali dari standar, sungguh tega sekali rasanya kita kalau semakin menambah beban mereka. 

Saya jadi sensitif banget, perasaan saya gampang campur aduk belakangan ini dan saya tahu dampaknya agak kurang baik untuk kesehatan saya. Tapi saya juga tidak bisa berbuat terlalu banyak. Yang bisa saya lakukan adalah berusaha untuk lebih bertanggung jawab terhadap kesehatan saya dan orang-orang di sekitar saya kalau saya terpaksa harus berinteraksi secara langsung maupun tidak langsung dengan orang lain.

Makan makanan sehat, minum air yang cukup, istirahat cukup, menjaga kebersihan rumah, berusaha banget untuk lebih calm dan happy, menggunakan perlindungan diri (masker, hand sanitizer, sarung tangan, etc) saat harus bepergian ke tempat umum, menjaga jarak (social distancing), dan setelah semua usaha tersebut saya berdoa mudah-mudahan Tuhan melindungi dan menjauhkan saya, kita semua dari segala hal yang tidak baik.

Tiada daya dan upaya melainkan atas pertolongan Allah.

Semoga bumi lekas sehat, semoga yang sakit diberi kesembuhan, semoga yang sehat bisa saling menjaga, semoga semua bencana ini segera berakhir, dan kita semua bisa mengambil hikmah. Amin ya Rabb.

Kindly follow my blog if you like this post:
BADAN DROP KARENA PANIK VIRUS CORONA COVID-19


Follow your heart,
Salaam


Yulia Rahmawati

You Might Also Like

0 comment

hello...
thx for droppin' by at my blog
I would love to receive ur comment,,,
And I would really love if you wanna exchange link with me,,,

xoxo
YULIA RAHMAWATI
Get Up,Survive, Go Back To The Bed

Hi, thanks for visiting. Happy Reading ...

Hi, thanks for visiting. Happy Reading ...

LOVELY PEOPLE

Subscribe